
Kata distro sendiri berasal dari singkatan ditribution outlet yang berfungsi menerima titipan dari berbagai macam merek clothing company lokal yang memproduksi sendiri produknya; t-shirt, tas, dompet, jaket, dan lain-lain. Dikarenakan belum mempunyai tempat pemasaran sendiri atau ingin memperluas pemasarannya, clothing company ini “akrab” banget dengan distro.
Untuk memulainya Anda bisa berkerjasama dengan pembuat barang khas anak muda yang Anda bina untuk bisa dipasarkan produknya. Anda juga perlu mengembangkan jaringan kekomunitas anak mudah untuk mengetahui selera mereka. Anda juga bisa membuka konter dilokasi keramaian dekat tempat nongkrong anak muda atau bisa juga dimulai dari rumah Anda.
Selain mencari lokasi yang strategis dilokasi keramaian, Anda juga bisa membuka layanan pesan antar barang distro di media atau dengan memyebarkan brosur. Anda juga bisa menerima pesanan pembuatan barang tertentu seperti kaos atau gantungan kunci untuk komunitas tertentu.
Harga barang produksi yang Anda tawarkan sangat bergantung pada tingkat kesulitan pembuatan dan bahan yang digunakan. Makin bagus, sudah tentu makin mahal. Namun, Anda juga bisa memperlakukan harga grosir untuk pesanan dengan jumlah tertentu. Untuk barang yang sifatnya titipan di toko Anda, bisa dikutip margin antara 5% – 20%.
Sumber: 100 Peluang Usaha, Agoeng Widyatmiko, Mediakita.


settya
Februari 28, 2010
menarik nich, boleh dicoba, bang mau nanya? bagaimana cra menyablon bju dgn pralatan sederhana berkwalitas distro? ditunggu yua jwbnnya, ok bang trimakasih
settya
Februari 28, 2010
menarik nich, boleh dicoba, bang mau nanya? bagaimana cra menyablon bju dgn pralatan sederhana berkwalitas distro? dtunggu yua jwbnnya, ok bang trimakasih
ubud hotels
September 21, 2010
makasih mas,buat saran dan infonya.kebetulan saya ingin membuat usaha kecil2an seperti distro.
brilian23
Januari 12, 2012
mantap jgg ide eyy